Cuaca cerah Jatinangor cukup membuat
kelenjar keringat Farah bekerja lebih aktif. Belum lagi ditambah perjalanannya
menuju kosan dari kampusnya yang dilalui dengan berjalan kaki. Lumayan. Lumayan capek, pikirnya.
Sesampainya di kamar kosannya yang
adem, Farah pun langsung merebahkan diri sejenak. Menetralisirkan aliran darah
dan oksigen karena ia telah kepanasan sepanjang perjalanan. Tak berapa lama
kemudian ponsel di dalam tasnya bergetar. Ada sms masuk. Ternyata dari Tata,
sahabatnya.
-Rah,
hari ini temenin aku ke Bandung yah. Ssst, nanti kita ketemuan sama kak Falen
juga loh. Katanya hari ini dia latihan biola, kita intip yuuk! ;) -
Tata sepertinya mau mencomblangkanku dengan orang
yang bernama Falen. Padahal dia
sudah tahu jelas kalau yang aku taksir adalah si Ren. Ren Andrea adalah
teman SMAnya Tata. Sedangkan Falen Rendra adalah kakak dari mantannya Tata yang
dulu sering Tata ajak curhat.
Awalnya Tata selalu cerita kepada
Farah kalau ada seorang cowok yaitu teman SMAnya yang naksir berat dengannya
hingga sekarang. Cowok ini ganteng, populer di sekolah, ibadahnya rajin, dan
memiliki banyak bakat. Belum lagi menurut Tata, cowok satu ini karakternya ‘asik’
untuk diajak bergaul. “Ren tuh anaknya seru, rame, kocak banget, Rah. Nggak
heran deh kalo banyak cewek yang ngejer-ngejer cintanya dia,” ucap Tata pada
suatu hari mengenai Ren.
Aku sempat
heran, kalau memang Ren sesempurna yang diceritakan oleh Tata, terus kenapa
nggak dia terima saja cintanya si Ren? Saat itu seingat Farah Tata hanya
menjawab, ‘cintanya Ren selalu datang di saat yang nggak tepat, Rah’. Apalagi
sekarang, hatinya Tata malah kecantol oleh kakaknya Farah, si Joey. Nggak disangka, sekarang teman baikku malah
bertunangan dengan kakakku sendiri.
Farah dan Tata berbeda SMA. Kuliah pun
beda jurusan. Mereka berkenalan saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kampus. Tak
disangka, persahabatan yang awalnya hanya terjalin selama sebulan di KKN kini
malah terus berlanjut hingga sekarang.
Hubungan pertemanan Farah dan Tata mengalahkan
hubungan pertemanannya Farah dengan teman-temannya kampusnya sendiri. Entah, mungkin karena di kampusnya ia hanyalah
mahasiswi yang ‘kupu-kupu’ alias kuliah-pulang-kuliah-pulang, makanya jarang
nongkrong dengan yang lain. Soalnya Farah tidak suka nongkrong. Tongkrongan
teman-teman kampusnya berbeda aliran dengannya. Menurutnya lebih asik kalau
menghabiskan waktu dengan menonton serial drama Korea dan membaca komik atau
novel.
Suatu hari Tata menunjukkan foto-foto
SMAnya. Dia pun menunjukkan wajah Ren di foto itu kepada Farah. Foto yang
diambil dengan candid camera oleh
seorang teman Tata di sekolah. Ternyata memang benar, Ren itu ganteng BANGET.
Sekali lagi, B-A-N-G-E-T. Sekali lagi, BANGET!!! Kayaknya sekali lihat juga
bencong pun bakalan naksir sama dia.
Seiring berjalannya waktu, Farah pun
mulai tertarik dan ketagihan dengan cerita Tata mengenai si Ren. Setiap kali
Tata bercerita tentang Ren rasanya Farah seperti sudah mengenalnya sendiri.
Semakin hari Farah semakin penasaran dengan orang yang bernama Ren. Ia jadi
ingin bertemu dengan Ren secara langsung. Empat mata.
Namun niat awal Tata yang ingin
mencomblangkan Farah dengan Ren sepertinya secara tiba-tiba saja meluntur. Entah
mengapa semakin kesininya Tata malah mencomblangkan Farah dengan orang lain
bernama Falen. Dia hanya bilang, “Rah, kayaknya feeling aku bilang, kamu tuh lebih cocoknya sama si kak Falen. Gak
tau kenapa tapi kayaknya kalian bakalan serasi deh.”
Falen Rendra. Kuliah di UNPAD jurusan
Ekonomi Manajemen. Umurnya lebih tua setahun dari Farah. Farah dikenalkan kepada
Falen oleh Tata lewat Facebook (FB). Bermula
dari foto-foto Farah yang di-upload
di FB ketika makan malam bersama dengan Tata dan Joey di sebuah restoran
Jepang. Farah tak sengaja menandai Tata di foto yang ia upload.
Ternyata foto yang ditandai oleh Farah
muncul di beranda FB-nya Falen, karena Falen adalah mutual friend-nya Tata. Walaupun Farah belum menjadi temannya Falen
di FB tapi dia bisa melihat foto tersebut, karena Farah tidak mengunci privasi
pada pengaturan albumnya. Saat itu Tata bilang gara-gara foto yang Farah upload dengannya di FB akhirnya si kak
Falen jadi penasaran dan ingin kenalan dengan Farah. Maka di-add lah FB-nya Farah oleh Falen.
Setelah Farah dan Falen berkenalan di
FB, Farah pun mulai mencari tahu tentang Falen. Farah melihat foto-fotonya
Falen, melihat keterangan tentang dirinya, melihat teman-temannya, dan
lain-lain. Hingga akhirnya Farah menarik kesimpulan sementara tentang Falen.
Dia adalah
tipikal anak gaul yang suka banget nongkrong, dia juga suka petualangan bareng
temen-temennya, hobinya saat ini bermain musik dan sibuk mengikuti kegiatan orkestra.
Foto-foto dirinya kadang ada yang ganteng tapi ada juga yang culun. Wajahnya
seperti bunglon. Berubah-rubah di setiap foto dan pose. Kadang aku merasa,
apakah dia itu ganteng hanya karena tipuan kamera padahal aslinya culun?
Kembali ke awal, hari ini Tata meminta
Farah untuk menemaninya ke Bandung. Sebenarnya Farah malas. Pengennya istirahat
dan bermalas-malasan di kosan, tapi apa boleh buat. Di sisi lain Farah juga penasaran
dengan sosok si Falen. Farah pun tidak tega kalau harus membiarkan Tata pergi
sendirian.
Farah segera beranjak pergi menemui
Tata di tempat yang sudah dijanjikan, yaitu di pangkalan bis DAMRI yang sering
juga disingkat menjadi ‘PANGDAM’. Tempat satu-satunya bis yang diandalkan
masyarakat sebagai sarana transportasi Jatinangor-Bandung. Selain murah bis ini
juga praktis, tidak seperti angkot. Kalau naik angkot kita harus beberapa kali
ganti angkot agar sampai ke Bandung tetapi kalau dengan bis DAMRI kita bisa
langsung turun di Bandung, di depan Universitas Padjadjaran di daerah Dipati
Ukur..
Tak berapa lama Farah menunggu Tata di Pangdam, Tata
pun datang dengan membawa motor matic berwarna
merah menyala.
“Wew,
aku pikir kita bakalan naik bis,” ucap Farah.
“Sori,
Rah. Mending kita naik motor aja biar cepet nyampenya. Nih, kamu pake jaket
sama helm punya temenku ya, tadi aku minjem dulu ke mereka,” ucap Tata sambil
menyodorkan jaket dan helm yang dibawanya.
Awalnya
selama di perjalanan cuaca yang menyinari mereka masih cerah dan sejuk. Namun lama-lama
langit mulai terlihat mendung. Hujan deras pun datang menyerbu. Tata segera
menepikan motornya di pinggir jalan dan berteduh di bawah pohon besar.
“Ta,
kamu bawa jas hujan dua, gak?” tanya Farah.
“Adanya
cuma satu, Rah. Tapi, jas hujan ini bentuknya ponco yang bisa dipakai 2 orang,” jawab Tata.
“Maksud
kamu, jas hujan kayak jubah Batman
yang lubang untuk kepalanya ada dua, gitu?”
“Yup!”
Dengan
terpaksa, Farah dan Tata memakai jas hujan Batman-berkepala-dua. Soalnya kalau
mereka berteduh dan menunggu sampai hujan reda pastinya akan memakan waktu
lama. Hujan derasnya pun tampak tidak akan berhenti dalam waktu yang sebentar. Kalau
mereka menunggu hujan reda maka mereka akan terlambat di tempat janjian dengan Falen.
Tata
pun menyetir kembali motornya. Tata menyetir motor dengan lihai. Melewati
celah-celah mobil dan bis serta menyalib motor-motor lainnya. Beberapa kali mereka hampir saja ketabrak
kendaraan lain namun karena kelincahan Tata dalam menyetir, nyawa mereka pun masih
selamat hingga sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar