Minggu, 07 April 2013

Fallen into Love (1)


Cuaca cerah Jatinangor cukup membuat kelenjar keringat Farah bekerja lebih aktif. Belum lagi ditambah perjalanannya menuju kosan dari kampusnya yang dilalui dengan berjalan kaki. Lumayan. Lumayan capek, pikirnya.
Sesampainya di kamar kosannya yang adem, Farah pun langsung merebahkan diri sejenak. Menetralisirkan aliran darah dan oksigen karena ia telah kepanasan sepanjang perjalanan. Tak berapa lama kemudian ponsel di dalam tasnya bergetar. Ada sms masuk. Ternyata dari Tata, sahabatnya.
-Rah, hari ini temenin aku ke Bandung yah. Ssst, nanti kita ketemuan sama kak Falen juga loh. Katanya hari ini dia latihan biola, kita intip yuuk!  ;) -
 Tata sepertinya mau mencomblangkanku dengan orang yang bernama Falen. Padahal dia sudah tahu jelas kalau yang aku taksir adalah si Ren. Ren Andrea adalah teman SMAnya Tata. Sedangkan Falen Rendra adalah kakak dari mantannya Tata yang dulu sering Tata ajak curhat.
Awalnya Tata selalu cerita kepada Farah kalau ada seorang cowok yaitu teman SMAnya yang naksir berat dengannya hingga sekarang. Cowok ini ganteng, populer di sekolah, ibadahnya rajin, dan memiliki banyak bakat. Belum lagi menurut Tata, cowok satu ini karakternya ‘asik’ untuk diajak bergaul. “Ren tuh anaknya seru, rame, kocak banget, Rah. Nggak heran deh kalo banyak cewek yang ngejer-ngejer cintanya dia,” ucap Tata pada suatu hari mengenai Ren.
Aku sempat heran, kalau memang Ren sesempurna yang diceritakan oleh Tata, terus kenapa nggak dia terima saja cintanya si Ren? Saat itu seingat Farah Tata hanya menjawab, ‘cintanya Ren selalu datang di saat yang nggak tepat, Rah’. Apalagi sekarang, hatinya Tata malah kecantol oleh kakaknya Farah, si Joey. Nggak disangka, sekarang teman baikku malah bertunangan dengan kakakku sendiri.
Farah dan Tata berbeda SMA. Kuliah pun beda jurusan. Mereka berkenalan saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kampus. Tak disangka, persahabatan yang awalnya hanya terjalin selama sebulan di KKN kini malah terus berlanjut hingga sekarang.
Hubungan pertemanan Farah dan Tata mengalahkan hubungan pertemanannya Farah dengan teman-temannya kampusnya sendiri.  Entah, mungkin karena di kampusnya ia hanyalah mahasiswi yang ‘kupu-kupu’ alias kuliah-pulang-kuliah-pulang, makanya jarang nongkrong dengan yang lain. Soalnya Farah tidak suka nongkrong. Tongkrongan teman-teman kampusnya berbeda aliran dengannya. Menurutnya lebih asik kalau menghabiskan waktu dengan menonton serial drama Korea dan membaca komik atau novel. 
Suatu hari Tata menunjukkan foto-foto SMAnya. Dia pun menunjukkan wajah Ren di foto itu kepada Farah. Foto yang diambil dengan candid camera oleh seorang teman Tata di sekolah. Ternyata memang benar, Ren itu ganteng BANGET. Sekali lagi, B-A-N-G-E-T. Sekali lagi, BANGET!!! Kayaknya sekali lihat juga bencong pun bakalan naksir sama dia.
Seiring berjalannya waktu, Farah pun mulai tertarik dan ketagihan dengan cerita Tata mengenai si Ren. Setiap kali Tata bercerita tentang Ren rasanya Farah seperti sudah mengenalnya sendiri. Semakin hari Farah semakin penasaran dengan orang yang bernama Ren. Ia jadi ingin bertemu dengan Ren secara langsung. Empat mata.
Namun niat awal Tata yang ingin mencomblangkan Farah dengan Ren sepertinya secara tiba-tiba saja meluntur. Entah mengapa semakin kesininya Tata malah mencomblangkan Farah dengan orang lain bernama Falen. Dia hanya bilang, “Rah, kayaknya feeling aku bilang, kamu tuh lebih cocoknya sama si kak Falen. Gak tau kenapa tapi kayaknya kalian bakalan serasi deh.”
Falen Rendra. Kuliah di UNPAD jurusan Ekonomi Manajemen. Umurnya lebih tua setahun dari Farah. Farah dikenalkan kepada Falen oleh Tata lewat Facebook (FB). Bermula dari foto-foto Farah yang di-upload di FB ketika makan malam bersama dengan Tata dan Joey di sebuah restoran Jepang. Farah tak sengaja menandai Tata di foto yang ia upload.
Ternyata foto yang ditandai oleh Farah muncul di beranda FB-nya Falen, karena Falen adalah mutual friend-nya Tata. Walaupun Farah belum menjadi temannya Falen di FB tapi dia bisa melihat foto tersebut, karena Farah tidak mengunci privasi pada pengaturan albumnya. Saat itu Tata bilang gara-gara foto yang Farah upload dengannya di FB akhirnya si kak Falen jadi penasaran dan ingin kenalan dengan Farah. Maka di-add lah FB-nya Farah oleh Falen.
Setelah Farah dan Falen berkenalan di FB, Farah pun mulai mencari tahu tentang Falen. Farah melihat foto-fotonya Falen, melihat keterangan tentang dirinya, melihat teman-temannya, dan lain-lain. Hingga akhirnya Farah menarik kesimpulan sementara tentang Falen.
Dia adalah tipikal anak gaul yang suka banget nongkrong, dia juga suka petualangan bareng temen-temennya, hobinya saat ini bermain musik dan sibuk mengikuti kegiatan orkestra. Foto-foto dirinya kadang ada yang ganteng tapi ada juga yang culun. Wajahnya seperti bunglon. Berubah-rubah di setiap foto dan pose. Kadang aku merasa, apakah dia itu ganteng hanya karena tipuan kamera padahal aslinya culun?
Kembali ke awal, hari ini Tata meminta Farah untuk menemaninya ke Bandung. Sebenarnya Farah malas. Pengennya istirahat dan bermalas-malasan di kosan, tapi apa boleh buat. Di sisi lain Farah juga penasaran dengan sosok si Falen. Farah pun tidak tega kalau harus membiarkan Tata pergi sendirian.
Farah segera beranjak pergi menemui Tata di tempat yang sudah dijanjikan, yaitu di pangkalan bis DAMRI yang sering juga disingkat menjadi ‘PANGDAM’. Tempat satu-satunya bis yang diandalkan masyarakat sebagai sarana transportasi Jatinangor-Bandung. Selain murah bis ini juga praktis, tidak seperti angkot. Kalau naik angkot kita harus beberapa kali ganti angkot agar sampai ke Bandung tetapi kalau dengan bis DAMRI kita bisa langsung turun di Bandung, di depan Universitas Padjadjaran di daerah Dipati Ukur..
Tak berapa lama Farah menunggu Tata di Pangdam, Tata pun datang dengan membawa motor matic berwarna merah menyala.
                “Wew, aku pikir kita bakalan naik bis,” ucap Farah.
               “Sori, Rah. Mending kita naik motor aja biar cepet nyampenya. Nih, kamu pake jaket sama helm punya temenku ya, tadi aku minjem dulu ke mereka,” ucap Tata sambil menyodorkan jaket dan helm yang dibawanya.
                Awalnya selama di perjalanan cuaca yang menyinari mereka masih cerah dan sejuk. Namun lama-lama langit mulai terlihat mendung. Hujan deras pun datang menyerbu. Tata segera menepikan motornya di pinggir jalan dan berteduh di bawah pohon besar.
                “Ta, kamu bawa jas hujan dua, gak?” tanya Farah.
           “Adanya cuma satu, Rah. Tapi, jas hujan ini bentuknya ponco yang bisa dipakai 2 orang,” jawab Tata.
                “Maksud kamu, jas hujan kayak jubah Batman yang lubang untuk kepalanya ada dua, gitu?”
                “Yup!”
                Dengan terpaksa, Farah dan Tata memakai jas hujan Batman-berkepala-dua. Soalnya kalau mereka berteduh dan menunggu sampai hujan reda pastinya akan memakan waktu lama. Hujan derasnya pun tampak tidak akan berhenti dalam waktu yang sebentar. Kalau mereka menunggu hujan reda maka mereka akan terlambat di tempat janjian dengan Falen.
                Tata pun menyetir kembali motornya. Tata menyetir motor dengan lihai. Melewati celah-celah mobil dan bis serta menyalib motor-motor lainnya.  Beberapa kali mereka hampir saja ketabrak kendaraan lain namun karena kelincahan Tata dalam menyetir, nyawa mereka pun masih selamat hingga sekarang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar